SHOLAT BAGIAN II

by Zulkarnain Bandjar

HIMBAUAN :

“Yang kita tidaktahu jangan sekali-kali kita katakan salah dan yang kita tahu jangan sekali-kali dianggap mudah, karena itu belajarlah apa yang kita tidak tahu supaya kita tidak keliru”

 

( Lanjutan dari Sholat Bagian I )

 

Adapun hakekat 17 raka’at dalam sembahyang lima waktu sehari semalam mengambil dari lima perkara, yaitu : …., ALLAH, MUHAMMAD, ADAM ,….

 

Perkataan alif + ha itu mengandung 2 huruf menandakan sholat Subuh, perkataan alif + lam + lam + ha (Allah)itu mengisyaratkan kepada sholat Zohor, perkataan mim + kha + mim + dal  (Muhammad) itu mengisyaratkan sholat  Ashar dan perkataan alif  + dal + mim (Adam) itu adalah mengisyaratkan sholat Magrib, ………

 

Berawal sembahyang Subuh itu adalah 2 rakaat sebab tabiat sesuatu itu adalah dengan dua perkara yaitu zat dan sifat.

Sembahyang Zohor ada 4 rakaat sebab tajalli Allah s.w.t. itu dengan perkara yaitu : …

Sembahyang Ashar itu 4 rakaat  sebab tajalli Muhammad itu dengan empat perkara yaitu : …

Sembahyang Maghrib itu 3 rakaat sebab tajalli tuhan itu dengan tiga perkara yaitu : …

Sembahyang Isya itu empat rakaat sebab tajalli hamba itu dengan empat perkara yaitu : tanah, angin, api dan air

 

Sesungguhnya Nur muhammad itu adalah  dari Nur Allah yang di tajalli dengan empat anasir yaitu : ….  dan Adam a.s. itu dari Nur Muhammad yang ditajalli dengan empat anasir yaitu Tanah Nuruni, Angin Nuruni, Air Nuruni dan Api Nurani.

Dan berawal manusia itu adalah daripada Adam a.s. dengan di tajallikan dengan empat perkara juga yaitu : daddi, waddi, manni, manikam

 

Inilah hakekat kejadian awal manusia yang mengandung rahasia diri Allah s.w.t

 

Mengapa kita harus mengucapkan Dua Kalimah Syhadat 9 kali dalam 5 waktu sembahyang karena diri bathin kita mempunyai 9 wajah.

 

Berawal mengucapkan Dua Kalimah Syahadat satu kali pada sholat subuh adalah karena memberi kesaksian pada wajah diri kita pada martabatnya Sirusir, Dua Kalimah Syahadat pada sholat zohor di baca dua kali sebagaimana memberi penyaksian pada wajah kita pada martabat Sir dan Ahdah. Dua Kalimah Syahadah pada sholat ashar dibaca dua kali karena memberi penyaksian pada wajah kita pada martabat Wahdah dan Wahdiah. Dua Kalimah Syahadah di baca dua kali pada sholat maghrib sebab memberi penyaksian pada wajah diri kita pada martabat Ahmad dan Muhammad dan dua kalimah syahadat pada sembahyang Isya’ sebab memberi penyaksian pada wajah kita pada martabat mustafa dan …

                             

Berawal hakekat niat itu kepala sembahyang, dan Al-Fatihah itulah hakekat tubuh sembahyang, dan Tahayat itu adalah hati sembahyang, dan salam itulah hakekat kaki tangan sembahyang, oleh karena itu adalah menjadi satu perkara yang paling penting bagi kita memahaminya.

 

Adapun niat itu letaknya pada martabat alif. yaitu pada … yang terkandung didalam jasad, Taarad, Taawud dan Ta’ayin dan juga niat itu letaknya pada makam …. ataupun pada makam …  yaitu suatu keadaan nyata di dalam tidak nyata, oleh karena itu untuk menyatakan apa yang nyata pada makam …. itu maka perlulah dinyatakan dengan perbuatan (apa’al)

 

Bahwa pada hakekatnya didalam sholat itu telah terkumpul semua rukun islam yang lima yaitu dalam huruf  ALHAMDU

 

  1. Bermula hakekat syahadat didalam sembahyang itu adalah terdapat didalam Tahayat awal dan Tahayat akhir dalam sembahyang itu sendiri. Kita pun sering melafazkan kalimah syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul tersebut didalam 5 waktu pada 17 rakaat kita sembahyang  sebanyak 9 kali. Ini maksudnya membuat penyaksian terhadap 9 wajah diri kita, seperti yang telah diterangkan sebelum ini. Kita mengakui bahwa tiada bagi kita untuk mensyirikkan diri kita dengan Allah s.w.t. Kita juga mengakui bahwa kita tidak mungkin mensyirikkan Allah dengan yang lain dari pada Allah. Maka nyatalah syahadat itu didalam sholat.

 

  1. Adapun hakekat sembahyang didalam sembahyang adalah hakekat pada perbuatan penyaksian kita terhadap diri batin kita dan diri zahir kita didalam acara sembahyang tersebut. Sesungguhnya penyaksian terhadap diri batin dan diri zahir itu hakekat pengertian dan pujian  hati antara zat dan sifat, pujian antara diri dengan Empunya diri.

 

  1. Sementara hakekat puasa didalam sembahyangadalah meliputi seluruh acara sembahyang tersebut, dimana didalam sembahyang kita tidak boleh makan, tidak boleh minum, bahkan seluruh anggota zahir dan batin berpuasa, maka kita berpuasa telinga kita, berpuasa mata kita, berpuasa hati kita, berpuasa … dan semuanya berpuasa. Sesungguhnya didalam acara sembahyang itulah keadaan berpuasa yang sebenarnya.

 

  1. Adapun hakekat zakat didalam acara sembahyang itu membawa makna pembersihan hati dari pada syirik dengan Allah s.w.t. Didalam acara sembahyang kita beberapa kali berikrar bahwa kita tidak akan sekali-kali syirik dengan Allah, sebagaimana kita berkata :

 

 

Innassholati wanussuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil alamin

Artinya :

Sesungguhnya sholatku, hidupku, matiku hanya bagi Allah Tuhan Semesta alam. Tidak ada sekutu baginya karena itu aku rela diperintah, dan aku ini adalah termasuk golongan orang-orang yang islam.

 

Disamping itu kita berkata :

Iyyaka na’budu waiyyaka nasytain

Artinya :

Kepada engkau aku “ sembah “ dan kepada enkau aku minta pertolongan

           

Oleh karena itu jelaslah bahwa didalam sembahyang tersebut tersirat suatu pengertian zakat yang harus dipahami oleh kita semua.

 

Lantas bagaimana hakekat haji didalam sembahyang ?

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ketika kita menyebut ibadah haji maka sudah tentu kita membayangkan kab’ah.

 

  1. Haji adalah dimana seluruh manusia menuju ke satu arah yaitu ka’bah . Begitu pula dalam acara sembahyang, dimana sembahyang semua orang menuju kearah yang satu yaitu ka’bah. Didalam ibadah haji manusia semua sama derajatnya, kaya, miskin, alim, jahat, sihitam, siputih semua sama,  memakai pakaian yang sama di Padang Arafah (ketika wukuf). Maka pada hakekatnya didalam sembahyang tidak ada yang kaya, yang miskin, semua menghadap yang sama dan semua perbuatan adalah harus dibuat sama, semuanya tunduk kepada Allah Tuhan semesta alam.

 

Jikalau didalam ibadah haji ada tawaf di Baitullah sebanyak 7 keliling. maka didalam hakekat sholat juga ada, tawaf itu letaknya pada Al Fatihah karena Al Fatihah mengandung 7 ayat yang meliputi pada 7 lapis susunan jasad manusia yaitu : bulu, kulit, daging, darah ,tulang, lemak dan lender. Dengan membaca Al Fatihah itu kita menjelajahi seluruh anggota lapisan tubuh kita supaya menjadi satu arah yaitu arah matlumat Allah semata-mata.

 

Akan saya lanjutkan lagi…

 

Salam : Zulkarnain Bandjar