MASIH TENTANG KALIMAH

by Zulkarnain Bandjar

MEMBICARAKAN TENTANG KALIMAH

 

“ La illaha illallah Muhammadarrasulullah “

 

Kalimah syahadat hendaklah dijadikan darah daging kita pada siang dan malam selama 24 jam, artinya hidup kita di dunia dan bangkit kita di hari kiamat nanti adalah  dengan kalimah  Syahadat ini.

………………….

Artinya : Hidupku di dalam dunia ini, matiku dan bangkitku di akhirat nanti di dalam kalimah syahadat, dan Insya Allah aku menjadi orang beriman.

 

Kalimah syahadat atau kalimat tauhid ini mengandung 24 huruf, semua ini mengisyaratkan kehidupan manusia selama 24 jam dalam sehari semalam, yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam, sebagaimana yang dinyatakan didalam pembahasan yang lalu bahwa kalimah syahadat itu adalah menyatakan perihal diri rohani dan jasmani kita. Kalimah ini sangatlah penting didalam penghidupan kita untuk menuju kepada Allah s.w.t. Oleh sebab itu janganlah coba untuk dipisahkan antara dua kalimah syahadat didalam penghidupan kita, jika kita ingin menjadi manusia yang diredhoi di dunia dan akhirat, dan jangan sekali-kali kita mati tanpa kalimah syahadat.

 

Sebelum awal disebut martabat zat semata-mata, atau dinamakan juga martabat Ahdah pada peringkat ini belum awal belum akhir belum jadi matahari dan belum jadi sesuatu apapun, disebut alam Ghaibul gaib makamnya adalah pada makam sir atau rahasia semata-mata.  Pada martabat ini alamnya adalah … dan dirinya sendiri, syariatnya adalah pada lidah.

Bermula ….. itu letaknya pada martabat sifat ataupun dinamakan juga martabat … yaitu sabit nyata awal. Martabat ini juga pernah dipanggil martabat Noktah satu. Pada peringkat ini makamnya adalah kalbi, alam di martabat ini adalah alam .. adapun diri pada martabat ini adalah diri terperi .. Hakikat pada Kalbi.

Adapun ….. itu letaknya pada martabat asma’, atau disebut juga sebagai martabat … yaitu sabit nyata kedua. biasa disebut sebagai martabat Noktah Dua, pada peringkat ini makamnya adalah zikir. Manakala alamnya adalah alam

Disamping itu perlu ditegaskan diri pada martabat ini adalah Diri taja dan tarikatnya adalah zikir.

Adapun …. itu dinamakan dia martabat Apaal, dinamakan martabat Alif atau martabat Insanul kamil. makamnya pada peringkat ini adalah makam anggota rahasia (diri rahasia) dan alamnya pada martabat ini adalah Alam Insan manakala dirinya adalah diri terperi,  sedangkan makrifatnya adalah anggota rahasia (diri bathin manusia).

 

Makna kata Muhammad

Perkataan Muhammad itu terdiri daripada empat huruf yaitu MIM, KHA, MIM, DAL, adapun huruf MIM yang pertama itu adalah hakikat kepala kita. Huruf KHA itu adalah hakekat badan kita, huruf MIM yang kedua hakekat …

Sesungguhnya hakekat Muhammad adalah diri kasar atau jasad kita.

 

Makna kata RASUL

Adapun hakekat perkataan RASUL itu adalah hakekat nyawa kita, yang menjadi penyambung rahasia diantara jasmani dan rohani.

Berawal huruf Rasul itu mengandung empat huruf yaitu : RA, SYIN, WAW, LAM, Adapun huruf RA itu adalah hakikat nafas huruf SYIN itu adalah hakikat ampas, Huruf WAW itu adalah hakekat tanafas, dan huruf LAM itu adalah hakikat nupus.

Perlu ditegaskan disini bahwa nyawa itu dijadikan dari jauhar basita dan terbagi kepada peringkat :

1. Nafas        

2. Ampas      

3. Tanapas   

4. Nupus

Jika hilang nyawa diantara rohani dan jasmani, maka orang itu akan mengalami apa yang disebut sebagai mati.

Adapun hidup nafas itu karena ampas, hidup ampas itu karena tanapas dan hidup tanapas itu karena nupus dan hidup nupus itu dengan sendiri dalam rahasia.

Adapun letak nafas itu pada mulut, letak ampas itu pada hidung, letak tanapas itu pada tengah-tengah bagian dua telinga, dan letak nupus pada kalbu.

……………….

yaitu :

Artinya : Kalbu orang-orang mukmin itu adalah istana Allah s.w.t.

Letaknya kalbu itu adalah pada jantung manusia. Seseorang itu hendaklah menyucikan hatinya dengan berzikir supaya kentulan darah kotor di hujung jantung hilang dan bersih.

Adapun bergeraknya nafas itu dengan zikir dan tidak pernah pula nafas berhenti berzikir didalam waktu 24 jam dalam kehidupan kita sehari-hari, jika nafas berhenti berzikir maka berarti manusia tersebut telah mati, dan boleh dikapankan serta di kuburkan.

Oleh sebab itu perlu bagi setiap manusia yang ingin menuju kepada jalan makrifat, mengetahui dan mengenalkan ilmu zikir nafas saja untuk bisa menghancurkan kentulan darah di hati yang menjadi tempat iblis bergantung, dan disitulah sebenar-benarnya istana iblis. Tanpa menghancurkan kentulan darah kotor itu, maka Nur Allah s.w.t, tidak mungkin memancar  untuk memberikan sinar akal dan iman kepada manusia itu. Sesungguhnya yang dinamakan hati kalbu itu adalah Nur yang dipancarkan dari bahagian bawah jantung ke arah  bahagian atas jantung.

 

Makna Zikir

Adapun zikir nafas itu ketika keluar … dan ketika masuk adalah …. dinamakan syariat letaknya nafas adalah di mulut.

Adapun zikir ampas itu ketika keluar … dan ketika masuk adalah … dinamakan tarekat letaknya ampas pada hidung.

Adapun zikir tanapas itu tetap diam dengan …. letaknya ditengah-tengah antara dua telinga, dinamakan hakikat

Adapun zikir Nupus ketika naik …. dan ketika turun …. letaknya didalam jantung dan dinamakan makrifat.

Diri Nupus ini dikenal dengan Othman dan pekerjaan nya dikenal sebagai Ali

 

Makna Akal atau Imam

Adapun yang dinamakan akal adalah buah pikiran yang dipancarkan oleh Nur dari sudut kalbu yang datang dari dalam dan menghasilkan keyakinan mutlak.

Berawal keyakinan terhadap sesuatu, terutama kepada hal-hal yang tidak bisa dicapai oleh otak manusia misalnya perkara-perkara gaib, hanya boleh diterima oleh satu panca indera  bathin yang bernama Nur yang memancar di dalam jantung seseorang. Nur ini bisa diibaratkan seperti eletrik yang dihasilkan oleh dinamo yang baik, dan   menggerakkan beberapa  fungsi lain didalam kehidupan sehari-hari.

 

Makna kata Allah

Adapun perkataan ALLAH itu adalah mengandung 4 huruf yaitu : Alif, Lam awal, Lam akhir, Ha, Pertama Alif itu adalah hakikat zat, huruf Lam awal adalah hakekat sifat, huruf Lam akhir itu adalah hakekat Asma’ dan huruf Ha itu adalah hakekat Apaal, sesungguhnya ALLAH itu melambangkan hakekat diri rohani kita.

Dialah hakekat tubuh rohani kita yang ada permulaan dan tiada kesudahan. Dia tidak pernah kenal dengan apa yang namanya mati, Dia tetap hidup untuk selama-lamanya dan inilah yang dinamakan hakekat diri. Sesungguhnya diri rohani kita ini dapat menghasilkan 9 wajah, dan wajah ini hanya dipunyai oleh mereka yang makrifat lagi mursyid.

 

Salam : Zulkarnain Bandjar