ARTI TAUHID DAN MAKRIFAT

by Zulkarnain Bandjar

Sambungan dari 4 serangkai

 

 

C. ARTI TAUHID

Tauhid boleh diartikan sebagai suatu keyakinan yang mutlak terhadap Allah s.w.t. tanpa disekutukan dengan yang lain.

Bila kita tauhid dengan Allah s.w.t. berarti kita benar-benar bergantung kepada-Nya, tanpa sedikit pun ragu, syakwasangka dan was-was terhadapNya.

Tauhid kita kepada Allah adalah meliputi :

–          Zat Allah

–          Sifat Allah

–          Asma Allah

–          Apa’al Allah.

Firman Allah di dalam Al-Quran

Surah : Al-Fatihah ayat 3-4

Artinya :

Engkaulah Tuhan yang memiliki hari kemudian. Kepada engkau kami menyembah dan kepada engkau kami minta pertolongan.

  1. Tauhid pada Zat Allah maknanya adalah kita bergantung mutlak bahwa Zat Allah saja yang memerintah di alam semesta ini, dan Dialah tuhan semesta alam dan tidak pula kita menyekutukanNya dengan yang lain, seperti firman Allah s.w.t diatas.
  1. Tauhid pada Sifat Allah berarti kita bergantung sepenuhnya kepada Allah dan kita tidak berhak atas sesuatu apapun kecuali dengan izinNya.

Sebagaimana dalam ayat ini  :

  Artinya :

Tidak hidup aku, hanya Allah yang hidup, tidak mengetahui aku hanya Allah saja yang mengetahui, tidak mendengar aku hanya Allah yang mendengar, tidak melihat aku hanya Allah yang melihat, tidak berkuasa aku hanya Allah yang berkuasa, tidak berkehendak aku hanya Allah yang berkehendak Tidak berkata-kata aku hanya Allah saja yang berkata-kata. Dialah sebenar-benarnya bagi segala-galanya.

Caranya adalah dengan kita menafikan diri zahir kita dan mengisbabkan kepada Allah s.w.t saja.

  1. Tauhid  pada Asma Allah berarti kita memandang bahwa setiap yang ada dan yang wujud itu adalah membawa nama Allah.

Seperti firmanNya didalam Al-Quran

Surah : Al-Baqarah   ayat 115

Artinya :

Dimana saja kamu menghadap disitulah kamu lihat wajah Allah

 

Firman Allah didalam al-Quran lagi

Artinya :

Dialah pencipta yang mengadakan bentuk rupa dan mempunyai nama yang paling banyak.

  1. Tauhid pada Apa’al yaitu kelakuan Allah s.w.t.  dimana kita menafikan kelakuan diri zahir kita kemudian mengisbabkan kepada diri batin kita yaitu kelakuan Zat Allah s.w.t  semata-mata.

Dengan dalil :

Artinya :

Saksikan  yang banyak pada yang satu

 Dan

Artinya :

Saksikan yang satu pada yang banyak.

–          Adapun makna kita saksikan yang banyak kepada yang satu adalah dengan kita melihat dan menyakini bahwa semua perbuatan dan perlakuan diatas alam semesta ini adalah datang dari pada yang satu yaitu perbuatan Zat Allah taala semata-mata.

–          Dan adapun makna kita saksikan yang satu pada yang banyak adalah dengan kita melihat dan meyakini bahwasanya perlakuan Zat Alllah lah yang menghasilkan atau menimbulkan perlakuan serba beraneka ragam diatas alam dunia ini.

 

D. ARTI MAKRIFAT

Makrifat artinya mengenal Allah s.w.t pada :

–          Zat-Nya

–           Sifat-Nya

–          Asma-Nya

–          Apa’al-Nya.

Rasulullah awal-awal sekali sudah menegaskan bahwa tugas kita manusia adalah mengenal Allah.

Seperti sabdaNya :

Artinya :

 

Awal hidup (agama) adalah dengan mengenal Allah s.w.t.

Dan firman Allah didalam al-Quran, Surat : Al Insyiqaaq ayat 6

Artinya:

 

Hai manusia, jika sesungguhnya kamu telah berusaha dengan sungguh-sungguh  menuju tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuiNya.

Dan firman Allah lagi, surat : An Nabaa’ ayat 39

Artinya :

 

Maka barang siapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan kembali (mengenal) kepada Tuhanya.

Dan firman Allah selanjutnya. Surat : Al-Ankabut ayat 69

Artinya ;

 

Mereka yang berjuang pada jalan kami, akan kami tunjukan jalanya kearah kami.

Dan sesungguhnya cara untuk mengenal Allah itu adalah dengan cara kita mengenal diri kita sendiri.

Seperti firman Allah didalam hadis Qudsi.

Artinya :

 

Barang siapa yang mngenal dirinya maka kenallah tuhanya.

Dengan mengenal diri maka dapat mengenal tuhan. karena rahasia tuhan itu ditanggung oleh diri manusia.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahawa mengenal tuhan itu hendaklah dengan mengenal diri sendiri. Sesungguhnya jalan untuk mengenal diri adalah dengan cara menjalani latihan tasauf melalui guru hakekat lagi mursyid.

Adapun yang dikatakan Iman, Islam, Tauhid, dan Makrifat itu tidak boleh dipisah-pisahkan antara satu dengan lain karena sesungguhnya :

–          Islam tanpa Iman itu kosong bagai sebiji padi yang tidak berisi.

–          Iman tanpa Tauhid itu tidak berguna seperti padi yang tidak menjadi beras.

–          Tauhid tanpa Makrifat itu tidak sempurna bagai beras tidak  menjadi nasi.

–          Makrifat itu adalah landasan pada Islam itu sendiri.

Dan sesungguhnya beriman tanpa tauhid juga tidak terpakai imannya, karena tanpa tauhid, iman seseorang itu bagai ilalang yang bergerak mengikuti arus angin bila saja di tiup maka tumbanglah dia.

Disamping itu tauhid tanpa makrifat tidak sempurna, karena tauhid kepada sesuatu harus mengenal pada siapa yang ditauhidkan, kalau menyerah diri kepada yang kita tidak kenal sama saja kita ini buta dan tuli ( meraba + tidak mengerti ). Oleh karena itu bila kita tauhid kepada Allah s.w.t. maka harus pula kita mengenal Allah s.w.t.

Islam berkehendak Iman, Iman berkehendak Tauhid dan Tauhid Berkehendak Makrifat,. Oleh karena itu saudaraku jangan sekali-kali kamu pisahkan dirimu dari sisi Islam, Iman, Tauhid, dan Makrifat, jika kamu ingin mendapat keridhoan Allah s.w.t. Dan untuk pemahaman lebih lanjut silahkan ditanyakan kepada mereka-mereka yang hakiki dan makrifat lagi mursyid.

Salam : Zulkarnain Bandjar