UNTUK DISADARI BERSAMA

by Zulkarnain Bandjar

SADARI HAL INI

 

Kebanyakan manusia hidup didunia hanya sekedar menjalankan program pikiran yang sudah mereka tanam-kan di pikiran bawah sadar mereka, sungguh banyak di-antara kita yang sulit untuk melampaui pikiran itu hingga akhirnya mereka tidak mampu untuk menerima hal-hal yang “ber-lawanan” dengan pemahaman yang selama ini sudah mereka yakini sesuai dengan apa yang sudah mereka “install” didalam pikiran mereka itu.

Ketidak mampu-an untuk menerima hal-hal yang diluar pemahaman mereka selama ini adalah sangat wajar, seandainya saja  akal sadar mereka mengatakan menerima hal tersebut akan tetapi kekuatan akal sadar tidak akan mampu melawan pikiran bawah sadar yang sudah ter-tanam selama bertahun-tahun dan mengendap membeku menjadi Kristal yang keras yang sulit untuk di-hancur-kan karena sudah menjadi darah daging orang tersebut, kalau di ibaratkan “keyakinan sudah menjadi Monster dalam diri dan kita butuh extra tenaga untuk melawan Monster tersebut”

Kalau saja kita mau menyadari bahwa sesungguhnya semua keyakinan itu awalnya kita yang bentuk tetapi setelah terbentuk malah kita-lah yang dibentuk oleh keyakinan itu?, kalau saja kita mau menyadari bahwa kita ini bukan-lah keyakinan kita? Kalau saja kita menyadari bahwa asumsi-asumsi kita selama ini mempunyai kebenaran yang terbatas, maka tentunya kita mau sedikit membebaskan diri kita dari ini semua agar kita dapat bersikap lebih bijaksana.

Dengan sikap bijaksana artinya kita mau melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang atau kita tidak membanding-bandingkan untuk menjadikan perdebatan, karena dalam setiap uraian yang pernah disampaikan disini tentunya ada dasar-nya, dan dasarnya bisa saja dari mulut gurunya atau dari pengalaman pribadi yang hal ini semua tidak untuk di perdebat-kan dalam etika ber-guru kepada yang mursyid.

Intinya adalah apapun ilmu yang kita yakini harus kita yakini benar hingga hilang tanda tanya dalam diri, yaitu, mengapa? Kenapa? Atau Bagaimana? semua bisa terjadi, kemudian ilmu itu harus menjadi penghibur bagi yang punya ilmu karena ilmu itu sudah dia saksi-kan.

Ber-hubung-an dengan uraian-uraian yang telah saya sampaikan selama ini, saya menyadari bahwa banyak hal-hal yang kelihatan-nya bertolak belakang dengan pemahaman dari kebanyakan orang pada umumnya, hal ini karena memang ilmu ini tidak akan kita dapat-kan dalam ceramah-ceramah umum melaikan khusus untuk mereka yang mengaji ilmu Hakekat dan Makrifat saja, atau-pun pengetahuan semacam ini tidak juga kita dapat membelinya di toko-toko buku, mungkin karena yang sudah mempelajarinya mumpunyai ke-Asyik -an sendiri ber-sama ilmunya, singkat kata pengetahuan semacam ini di-tutup rapat-rapat karena meng-hindari dari fitnahan orang yang tidak memahami-nya.

Sementara banyak pengajian-pengajian yang meng-atas-namakan Hakekat, maka carilah Hakekat di dalam Hakekat yang ada,

Berbicara tentang Hakekat atau kebenaran yang sebenar-benarnya tentunya di dunia ini semua orang akan merasa apa yang telah di-yakin-i itulah yang benar karena bagaimana mungkin apa yang sudah mereka yakini tidak mereka mem-percayai-nya bukan?

Apalagi yang namanya kebenaran itu tidak pernah memihak, boleh saja, apapun yang menjadi keyakinan kita selama ini sudah pasti benar, sekali lagi pasti benar, tidak salah, karena kita-lah yang boleh menentukan atas diri kita, selama kita yakini benar maka benar-lah buat kita tetapi tentunya buat orang lain mereka pun punya kebenarannya sendiri-sendiri, dan jangan lupa bahwa kebenaran akan mengikuti level kecerdasan dari  orang tersebut, dan level kecerdasan adalah sesuai dengan tingkat spiritual orang tersebut, dan tingkat spiritual yang membedakan nilai seseorang dimata tuhan-nya, jadi disini yang terpenting adalah kita harus tahu dengan ilmu-nya bukan sekedar ikut-ikutan.

Hal ini semua agar membuat kita kuat berpegangan terhadap keyakinan kita itu karena kalau masih ada tanda tanya ber-arti kita belum paham benar yang mengakibat-kan kita menjadi ragu, was-was atas keyakinan kita.

Seharus-nya setiap kita mempunyai seorang guru yang mursyid yang bisa membimbing dan mempertanggung jawab-kan ilmu kita serta menyambung tali dari ilmu pengetahuan-nya ke guru mursyid berikutnya hingga ilmu-nya sampai kepada Allah s.w.t

Mengapa kita harus mempunyai guru?

Dalam hidup setiap manusia ada tiga orang yang mempunyai peran penting dan harus kita hormati yaitu :

  1. Orang tua yang melahirkan kita, sebab mereka kita hadir ke-dunia
  2. Mertua yang telah memberikan kita pasangan, sebab mereka kita bisa merasakan nikmat berumah tangga, dan sebab mereka melalui anak-nya kita mempunya keturunan.
  3. Guru yang mengajarkan kita, sebab mereka kita mengetahui pengetahuan tentang hidup, mati, dan hidup setelah mati, sesungguh ada hal-hal yang tidak bisa di-ajarkan oleh orang tua atau mertua kita terutama mengenai ilmu Nisa’I, karena hal ini menyangkut hal hubungan suami-istri, oleh karena itu wajib bagi kita untuk mempunyai seorang guru.

Kalau-lah kita mendapat-kan guru yang benar, maka guru kita itu harus-lah bisa hadir pada saat mana kita membutuh-kan bantuan baik di-dunia maupun di saat kita menghadapi :

  1. Sakratulmaut saat mengambil keputusan.
  2. Di alam Barzah menghadapi pertanyaan Munkar wa Nakir
  3. Padang mahsyar waktu di Hisab.

Inilah yang ingin saya sampaikan betapa penting-nya se-orang guru, karena nantinya akan memudah-kan kita karena kita akan berada dalam satu shaf bersama dengan guru mursyid kita, seandainya tali yang sudah disambungkan itu benar hingga kepada Allah s.w.t lalu mengapa lagi harus ada pertanyaan untuk mereka? sementara bagaimana nasib kita yang harus ber-jalan sendiri karena tidak mempunyai guru? apakah kita sudah siap mempertanggung jawab-kan asal-muasal ilmu-ilmu yang telah kita amal-kan seorang diri saja?

Oleh karena itulah maka melalui tautan ini saya ingin menghimbau kepada sekalian saudara-saudara-ku yang telah membaca uraian-uraian yang telah saya tulis-kan, ber-segera-lah kita mencari guru-guru yang mursyid, jadikan-lah uraian saya sebagai penyemangat kita untuk mau meningkatkan kwalitas spiritual kita, jangan merasa cukup untuk dibaca saja, silahkan untuk bertanya lagi kepada guru-guru mursyid yang lain, sesungguhnya ketika kita ber-jalan untuk mencari mereka maka mereka akan ber-lari menghampiri kita.

 

Salam Zulkarnain Bandjar