TANGGAPAN-TANGGAPAN DARI FACEBOOK

by Zulkarnain Bandjar

TANGGAPAN I

    • Namorambe GintingSetelah membaca tulisan ini, saya mengutip sebuah paragraf yang ditulis disana yaitu : “Oleh karena Allah Ta’ala mempunyai sifat yang tidak dapat dikenal oleh panca indra, maka diberikanlah jalan untuk mengenalinya dengan cara mengenal Rahasia diri sendiri”. Bagi kami orang Kristen, Allah kami sangat mudah dikenali baik secara Fisik maupun sifat. Pertama secara Fisik. Dalam Alkitab tertulis, di Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Jelas bagi kami disini bahwa secara fisik Allah itu sama dengan manusia karena Allah mengatakan Menurut Gambar dan rupa kita. Itulah sebabnya Allah datang kedunia ini, serupa dengan manusia atau dalam bentuk manusia yaitu Yesus Kristus. Kedua secara Sifat. Dalam Alkitab banyak sekali tertulis mengenai sifatnya Allah diantaranya Kasih. Tertulis dalam Galatia 5:14 “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”. Sifat Allah juga Kebenaran, tidak ada kebenaran lainnya selain Allah. tertulis dalam Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. dan masih banyak lagi…. hanya saya ingin bertanya. Benarkah Allah Maha Pencipta? Apakah arti maha pencipta? karena menurut saya, kata maha pencipta menunjukkan bahwa tidak ada pencipta lain kecuali Allah? Tks

      18 September jam 11:23 · Tidak Suka · 1
    • Ilmu Hakekat Usul Diri Salam sejahtera… di Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita Hakekatnya manusialah mahluk paling sempurna yang diciptakanNYA sesuai dengan rupaNYA, tuhan bersemayam didalam diri manusia karena manusia adalah rumah tuhan yang sejati, kenal diri maka kita akan mengenal tuhan, karena semua kitab suci mengatakan tuhan ada dalam diri manusia dan manusia bisa saja menaikan level/derajatnya menjadi tuhan, sesungguhnya seluruh manusia adalah diri tuhan pada kwalitas yang rendah.

      Galatia 5:14 “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

      Dan… seluruh kitab sucipun mengajarkan tentang kasih karena kasih itulah tuhan..

      Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

      Tentunnya tidak ada satu manusia pun yang kembali ke “bapa” tanpa melalui “yesus”, kita harus bisa memahami betul tahapan-tahapan kehadiran kita di muka bumi ini, apakah mungkin kita masuk kerumah tidak melalui pintu pada saat kita keluar dulu?

      Benarkah Allah Maha Pencipta? Apakah arti maha pencipta? Dulu sebelum ada apa-apa, belum ada awal, belum ada matahari, bulan, bumi.. bahkan belum ada tuhan yang bernama allah.. hanya DIA semata-mata. Saat itu dia ingin mengenalkan diriNYA maka DIA telah menurunkan kwalitas dirinya untuk bisa dikenal dengan diriNYA sendiri, arti maha pencipta “tidak ada satupun di alam semesta ini yang bukan DIA (diciptakannya)”

      Salam..

      18 September jam 14:59 · Tidak Suka · 2
    • Namorambe GintingBaik terima kasih… “Tidak ada satupun di alam semesta ini yang bukan DIA (diciptakanya). Lalu kalau memang Allah itu Maha, berarti tidak ada yang lain…. Mengapa Yesus Kristus (Nabi Isa) juga mencipta walaupun atas seizin Allah? Ini membuktikan bahwa Allah tidak menjadi Maha karena ada satu orang lain yang juga mencipta. Apakah a=b=c lalu a=c? dengan kata lain, apakah disetujui kalau saya katakan Allah=Maha Pencipta=Yesus=Nabi Isa. Berarti Allah=Yesus=Nabi Isa. Sama artinya bahwa Yesus=Allah? Karena dia juga mencipta? Terima kasih…

      18 September jam 23:25 · Tidak Suka · 1
    • Ilmu Hakekat Usul Diri‎:)

      19 September jam 2:13 · Tidak Suka · 1
    • Ilmu Hakekat Usul Diriketika manusia bisa meningkatkan kwalitas dirinya maka pada tingkat yang tertinggi kesaktian atau mujijat itu akan diberikan padanya, pada martabat ini disebut kamu adalah aku dan aku adalah kamu, kita adalah dua yang menjadi satu seperti bara = kayu + api atau sby=presiden sby adalah namanya dan presiden itu pangkatnya, sby saja bukan apa-apa tapi karena dia presiden maka dia punya kuasa jadi yesus = allah atau muhammad = allah atau budha = dewa atau … = ….., itu semua perlambangan untuk kita, kalau saja kita mau memahaminya lebih mendalam lagi. Salam

      19 September jam 2:14 · Tidak Suka · 1
    • Namorambe GintingMaaf, Di dalam Prinsip ini kita berbeda. (sby saja bukan apa-apa tapi karena dia presiden maka dia punya kuasa. Jadi yesus = allah atau muhammad = allah atau budha = dewa atau … = ….., itu semua perlambangan untuk kita, kalau saja kita mau memahaminya lebih mendalam lagi. Salam) Yesus adalah Allah dengan sangat mudah saya dapat memahaminya karena banyak buktinya. Salah satu yang paling mudah diidentifikasi DIA menciptakan Mahluk hidup. Beda kata mencipta dengan membuat adalah: Mencipta diarahkan kepada mahluk hidup, sedangkan membuat sama dengan membuat benda mati seperti membuat gelas, mobil, pesawat dll jika tidak digerakkan olah manusia dia tetap mati. Tapi mahluk hidup digerakkan oleh Roh yang berasal dari Allah. Selain Yesus meskipun saya berusaha memahaminya secara mendalam, tidak ada satu buktipun yang dapat membuatnya dipahami sebagai Allah. Jadi konsep Kamu adalah aku dan aku adalah kamu, kita adalah dua yang menjadi satu. Tidak bisa dikenakan kepada yang lain kecuali Yesus Saja.

      19 September jam 4:43 · Suka
    • Ilmu Hakekat Usul Diri Salam,
      Memahami dengan kedalaman apabila kita bisa melampaui pikiran dan keyakinan kita karena mereka bukan diri kita, kita harus hening untuk bisa masuk di kedalaman itu, pada kondisi hening kita bisa melihat secara jernih tanpa di getarkan dengan program pikiran (keyakinan) yang sdh kita install kedalam pikiran bawah sadar kita dan yang sudah kita sepakati untuk menjadi aturan serta pegangan dalam hidup kita, saudaraku… saya slalu ingin mengajak kita semua untuk bisa melihat suatu permasalahan lebih dalam, terlepas dari persepsi2 yg bersumber kepada asumsi2 yg slama ini sudah menjadi tolak pijak kita berfikir, saudaraku… lebih dalam lagi… lebih dalam lagi…. Tiada huruf… tiada kata…. tiada.. dan tiada… hanya DIA.

      19 September jam 15:39 ·

    TANGGAPAN II

  • Asswrwr …….. terima kasih sdh diKonf ………… saya suka tulisannya, saya punya buku seperti itu dari abahku, ilmu hakekat diri tapi bahasanya jawa cirebon hurupnya gundul buku th 1887, abahku bilang tidah boleh belajar sendiri harus ada yang nuntun

    Tidak Suka · · Lihat Pertemanan · 14 Oktober jam 16:53 dekat Daerah Khusus Ibukota Jakarta

    • Anda menyukai ini.
      • Ilmu Hakekat Usul Diriwaalaikum salam, semoga rahmat allah untuk kita semua, sesungguhnya ilmu yang haq itu ada dimana-mana dengan berbagai macam bahasa, ciri khas dari ilmu ini adalah akan mengetarkan hati setiap orang yang mendengar atau membacanya, dan seharusnya kita mempunyai guru mursyid yang akan membimbing dan menyambungkan ilmu ini sampai ke Rasullullah s.a.w.

        14 Oktober jam 21:53 · Suka

TANGGAPAN III


Ngapunten mas, dari semua artikel sampeyan sudah saya baca semuanya..
Kesimpulan terakhir adalah bagaimana semua itu harus di LAKONI….
dan direalisaikan dalam kehidupan sehari hari…
Meluhurkan dan memberdayakan Roh Illafi/Sukma ( PERCIKAN DZAT CAHAYA HIDUP TUHAN ) adalah sangat penting karena Roh Illafi / Sukma sarana untuk mendekatkan diri pada Sang Maha Kuasa…matur sembah nuwun.

Tidak Suka · · Lihat Pertemanan · 18 Oktober jam 13:48

Ilmu Hakekat Usul DiriAlhamdullillah.. smg kita semua dapat me-LAKONI-nya

18 Oktober jam 17:34 ·

TANGGAPAN IV

Andra PancaPertanyaan skrg,bagaimana dgn anda apakh biasa sj,bingung,semakin yakin. jujur lho krn ada ratusan teori ttg hakikat dan

19 Oktober jam 11:12 · Tidak Suka · 2
  • Andra PancaKajian yg dasyat2,tp dikeseharian sm aja awam,pa lg dah kebentur masalah duit,ekonomi,biaya sekolah,hilang dh kajian..

    19 Oktober jam 11:18 · Tidak Suka · 1
  • Ilmu Hakekat Usul DiriIlmu yang haq adalah hidayah bagi seseorang, ilmu itu akan muncul dari kedalaman hati orang tsb, tidak perlu terlalu dipikirkan kalau sudah waktunya akan datang jua.. salam

    19 Oktober jam 11:59 · Suka
  • Andra PancaJika bentuknya finishing cukuplah ALLAH sj,hidayah turun berproses,salahsatunya uraian anda..salam jg

    19 Oktober jam 12:38 · Suka
  • Andra PancaAnda mengurai krn anda brpikir sapa tau brmanfaat..

    19 Oktober jam 12:42 · Suka · 1
  • Ilmu Hakekat Usul DiriSaya selalu terbuka untuk ditanya apa saja tentang hal-hal yang sdh sya sampaikan, silahkan, sebatas kemampuan sy, saran sy sebaiknya kita jg mencari guru2 yg mursyid yg kita tahu, pakailah uraian2 sy ini sebagai acuannya, sesungguhya ilmu yang HAQ ini akan muncul dari kesucian hati tiap2 orang terlepas dari status sosial orang tsb dalam masyarkat. salam

    19 Oktober jam 21:18 ·
  •  Suka
  • TANGGAPAN V
  • 1 berbagi
    • Andra PancaBagaimana bisa bermanfaat semuanya masih menggantung,hrsnya diarahkn jk serius mau jelas terang hubungi siapa,dimn?

      19 Oktober jam 12:05 · Suka
    • Andra PancaKrn yg Anda uraikn Aurat ALLAH jd hrs brtanggungjawab atas apa yg diuraikn jk ada yg ingin mengetahui perjalanan ini..

      19 Oktober jam 12:11 · Suka
    • Ilmu Hakekat Usul DiriAlhamdulilah, semua berawal dari situ, saya juga dulu seperti anda bimbang, bingung, ragu perasaan2 itu bercampur menjadi satu…, ilmu ini sudah ada pada diri setiap insan tinggal bagaimana tugas kita utk bisa memancarkannya, hal2 ini sudah juga saya uraikan di bab penyucian hati, karena kalau kita mampu melewati martabat ini maka rahmat itu akan datang kpd kita, insya allah data2 saya bisa dilihat di situs saya ini. salam

      19 Oktober jam 18:25 · Suka
    • Andra PancaPertanyaan awal: zikir ruh lafasnya apa mohon uraianya….

      19 Oktober jam 23:56 · Suka
    • Andra PancaPertanyaan ke2 knp kt hrs bersholawat…

      20 Oktober jam 0:01 · Suka
    • Andra PancaPertanyaan ke3 tiap kajian titik titik nya dilekapi dong supaya cahayanya jelas terang silau

      20 Oktober jam 0:07 · Suka
    • Ilmu Hakekat Usul Diri Cara berzikir HU ALLAH hendaklah kita mulai dengan lafaz HU dari pusat kita, tarik nafas keatas hingga ke kepala tengadahkan kepala ke langit-langit kemudian hembuskan kuat dgn lafaz ALLAH dengan tenaga kearah pusat dan biarkan menular ke jantung, sebut kalimah HU ALLAH dengan jelas, perlahan (jangan cepat) serta ikuti mahrajnya dgn betul, selama melafazkan HU hendaklah panjang 2 Alif (4 harakat) dan hembuskan dengan lafaz ALLAH pun dengan panjang yang sama, saat sampai di pusat tahan nafas sehingga dapat menyebut seberapa banyak HU ALLAH didalam satu nafas. Pada awal permulaan zikir hendaklah dibuat secara nyaring di mulut tetapi kemudian diperlahankan secara beransur-ansur sehingga tertutup mulut (tidak kedengaran dilafazkan di mulut) dan berzikirlah HU ALLAH didalam hati saja, berzikir sebanyak yang kita mampu dan buat secara istiqomah.
      Cara zikir ALLAH HU dimulai dengan lafaz ALLAH dengan panjang 2 Alif (4 harakat) dari pusat naik ke kepala, tengadahkan kepala ke langit-langit, kemudian lafazkan HU dengan bertenaga hembuskan ke pusat hingga terasa mengalir di jantung kita, saat sampai kepusat tahan nafas hingga kita dapat menyebut ALLAH HU seberapa kali dalam satu nafas. Cara buat sama dengan yang diatas.

      20 Oktober jam 0:57 · Suka
    • Ilmu Hakekat Usul DiriAsal kata sholat = hubungan dengan Allah, sholawat = hubungan dengan Rasullullah, semua harus terhubung mulai dari kita, guru awal, guru akhir, Rasullullah sampai kepada Allah, inilah garis Siratal mustakim = garis yang lurus.

      20 Oktober jam 1:11 ·

     

  • TANGGAPAN VI

      • Abdul Halik Osman

        Salam saudara ku, saya ingin bertanya, dari mana saudara mendapat catitan ini? Apa kah Saudara berguru atau gi mana? Setahu saya, ini adalah ajaran ataupun pengalaman hidup seorang ulama besar Dari Kelantan iaitu Tok Kenali yang telah di bukukan Oleh cucu beliau iaitu H.Ahmad, apa benar??? Apa mason ada guru yang bisa mengajarkan atau menerangkan tentang pelajaran ni di sana? Jika benar ada, saya sangat ingin bertemu dan mempelajari dengan beliau. Harap saudara ku dapat memberi japan ini… Wasalam…
        19 November jam 7:46 melalui seluler · Suka
      • Ilmu Hakekat Usul Diri

        Alhamdulillah…
        Saudaraku,
        Nama saya seperti yang tercantum pada akhir catatan-catatan ini, saya kelahiran Ambon 31 Januari 1968, orang tua saya Allahyarham Anang Bandjar inilah KRAMAT dan pokok saya yang telah menanamkan tongkat yang lurus dalam diri saya untuk saya pakai mencari dan meluruskan tongkat-tongkat yang lain, atuk saya adalah Ibrahim Bandjar telah menitipkan kepada bapak saya, beliau ber-asal dari tanah kalimantan dari buyut saya Muhammad Siddiq Bandjar hingga ke Syekh Muhammad Al-Bandjari, pengetahuan-pengetahuan ini sesungguh-nya dalam ke-adaan terbuka namun terlindungi sebagaimana kita bisa melihat Ka’bah di Baitullah, di tanah kami Maluku (Maliki=Raja-raja) yang terdiri dari banyak pulau-pulau, hampir sebahagian besar orang-orang tua disana memahami akan pengetahuan ini.
        Saudara-ku…
        Saya pun ada mengenal banyak orang-orang mulia yang tidak tersohor nama-nya mulai dari tanah kelahiran saya yaitu Syekh Guru saya, ke tanah Buton di Sulawesi, tanah Jawa, tanah Sumatera dan saya yakin ditanah Malaysia dan Singapura pun pasti ada orang-orang mulia yang memahami pengetahuan ini sebagaimana saya telah meyakini bahwa DIA telah mentajalikan dirinya untuk semua umat-nya di-muka bumi ini tergantung tiap-tiap kita mem-persepsi-kannya.
        Demikian saudara-ku insya Allah kita akan berjumpa kembali karena tidak ada pertemuan yang pertama melainkan semua hanya pengulangan-pengulagan saja.
        Salam Zulkarnain Bandjar
        19 November jam 12:25 · Suka
      • Abdul Halik OsmanAlhamdullillah…. Insyaallah… hingga ketemu lagi…

        19 November jam 18:15 · Tidak Suka · 1

    TANGGAPAN VII

    • Andra Pancasetahuku utk mengurai ilmu hakekat hrs jelas jalurnya misal kyai ke santri, guru ke murid. agar bs trpantau prjalananya

      21 November jam 10:18 · Suka
    • Andra Pancadari kesalahan yg fatal bg jiwa santri/murid.makanya sy heran anda kok berani apa ndk gelisah jiwa anda n panas jasad

      21 November jam 10:22 · Suka
    • Andra Pancaanda mengurainya,apa dasar anda atau mmg anda seorg guru hakikat yg telah sah?sebenernya byk yg faham tp kami tk berani

      21 November jam 10:31 · Suka
    • Keti MadkusAsswrwb …… Bang Zul maaf saya punya buku seperti ini dari abahku, secara garis besarnya sdh diksih tau, setelah saya baca tulisan Bang Zul itu ada semua di buku yang abah kami kasih, kata abahku kl mau tahu jangan belajar sendiri belajarlah sama yang mengerti, buku itu th 1887

      21 November jam 10:33 · Suka
    • Andra Pancaberani krn rambu2 yg tak boleh dilanggar,salam juga..

      21 November jam 10:35 · Suka
    • Ilmu Hakekat Usul Diri Salam,
      Terima kasih atas atensi-atensi pak Andra Panca selama ini,
      Perlu saya ulangi lagi bahwa permasaalahan ini semua tidak TERTUTUP tapi TERBUKA, cuma terkadang kita tidak biasa bermain diwilayah sini maka ketika saya uraikan akan menjadi suatu hal yang aneh (tabuh), oleh karena itu saya ulangi lagi untuk menghilangkan ke-tabuh-an tersebut perlu ada jabat tangan dari sang MURSYID.

      21 November jam 11:47 · Suka
    • Ilmu Hakekat Usul Diri Ibu Keti Madkus,
      Alhamdulillah.. abah ibu sudah menitip-kan warisan (petunjuk) yang berharga, tapi saya yakin ada “warisan” yang lain yang sudah ditanam-kan abah ke dalam diri ibu yaitu Iman, insya Allah ibu akan mendapat-kan Taufiq dan Hidayah ( TAUFIQ=Guru yang Mursyid dan HIDAYAH=Ilmunya)

      21 November jam 11:49 · Suka
    • Keti MadkusAmin Ya Robbal’alamin …… terima kasih Bang, semoga Abahku alm. diterima amal ibadahnya, dimaafkan segala hilaf dan dosanya, dilapangkan dialam kuburnya dijadikan ia ahli surga, begitu juga alm.umiku …….Mereka adalah panutan kami yang tidah pernah mengeluh, tidak pernah pilih kasih, orang yang sabar selalu menuntun kami kejalan Allah

      21 November jam 12:01 · Tidak Suka · 1
    • Ilmu Hakekat Usul DiriAmin Ya Robbal’alamin

      21 November jam 12:47 · Suka
    • Andra Pancaokelah jika begitu ceritanya lanjutkan..salam juga.

      21 November jam 15:22 · Suka
    • Andra Pancaokelah jika begitu ceritanya lanjutkan..salam juga.

      21 November jam 15:23 · Suka
    • Dandang Gendhis Walo saya awam banget soal begini ,saya akan berharap taufiq&hidayah Allah swt senantiasa tercurah buat memahaminya.Lanjutkan!..:D