” Diri “

by Zulkarnain Bandjar

PAHAMI LAGI

Manusia mempunyai dua unsur yaitu :

–         Unsur batin (rohani) itu adalah Allah

–         Unsur zahir (jasmani) itu adalah Muhammad.

Oleh karena itu, diri manusia adalah gabungan antara Allah dengan Muhammad (Allah + Muhammad).

Lebih jelas-nya dapat di-lihat pada diri manusia pertama yaitu Adam.

ADAM terdiri dari (Alif, Dal dan Mim)

–         Alif  sebagai Allah,

–         Dal dalam

–         Mim  Muhammad,

yang berarti : ALLAH DALAM MUHAMMAD

MUHAMMAD yang dimaksudkan di sini bukannya Nabi Muhammad s.a.w. (yang lahir di Makkah dan wafat di Madina) tetapi adalah “Nur Muhammad”.

BAHWA :

Nama Allah itu baru, sebelum itu belum ada Tuhan bernama Allah. Zat tersebut mentajalli (me-nampak-kan) dirinya serta di-tajalli-nya Nur Allah, kemudian ditajalli pula Nur Muhammad (insan kamil), pada peringkat ini disebut “ engkau aku – aku engkau = anta ana – ana anta

(lihat uraian tentang Usul Diri “hubungan manusia dgn Allah”)

Manusia keseluruhannya adalah seperti huruf MUHAMMAD,

Huruf Mim adalah kepala manusia,

Ha adalah badan manusia,

Mim adalah pinggul manusia

Dal adalah kaki manusia.

Oleh sebab Allah dan Muhammad pada hakekatnya adalah satu pada diri manusia, yaitu (zahir) dan (batin) maka tiada lagi PENYEMBAH dan yang DISEMBAH.

Sembahyang adalah tidak lain daripada penyaksian diri kita sendiri sebagai pembawa dan penanggung rahasia Allah.

Pengertian Dua Kalimah Syahadah :


Artinya “kita bersaksi dengan diri kita sendiri tiada yang nyata pada diri kita hanya Allah semata.” Ini berarti kita menafikan tubuh kita dan kita ithbatkan kewujudan Allah semata-mata.

Artinya “dan bersaksilah aku bahwa diriku yang zahir ini adalah menanggung diri rahasia Allah semata-mata”

(lihat uraian tentang Kalimah kembali)