Tangapan dari FB ke-3

by Zulkarnain Bandjar

  • Saudaraku yang menginginkan kebenaran dalam ilmu makrifatullah…

    Sewaktu kita masih kecil.., dalam fikiran kita belum tersimpan kecintaan terhadap kehidupan dunia.
    Akal kita masih suci dari tipu daya, dan nafsu serakah,
    Yang kita ambil dari dunia ini hanyalah sekedar yang kita butuhkan saat itu saja, ibarat burung yang keluar dari sarang-nya dengan perut kosong, kemudian pulang dengan perut kenyang.
    Sekali lagi saudara-ku, kita kecil adalah kita yang tidak mengambil apa-apa dari dunia ini melainkan sesuatu yang kita butuhkan saat itu saja (titik)
    Yang kita tahu saat kecil itu hanya main-main, makan, tidur, kita menginginkan sesuatu dengan memohon kepada yang punya, bahkan sambil menangis, karena kita tahu pemiliknya.
    Setiap ada yang menyakiti kita, kita hanya bisa benci atau takut kepada orang itu. akan tetapi hati kita suci tanpa dendam ataupun keinginan untuk membalasnya.
    Keberadaan kita menjadi hiburan bagi orang lain.
    DALIL ALAM ini adalah bahan dasar ilmu hakekat usul diri, bagi siapa saja yang mau berfikir.

    saya teruskan…
    saat kita kecil saudara-ku,
    Siapakah yang paling kita sayangi saat itu?
    Siapakah yang paling kita takuti saat itu?
    Dan siapakah yang paling mencintai kita saat itu?
    Jawab-nya adalah Orang Tua kita,
    mengapa demikian?
    Karena yang kita tahu saat itu adalah mereka-lah yang memberi kita makan, mereka-lah yang mengasuh kita, mereka-lah yang menjaga dan melindungi kita dari bahaya.
    Akan tetapi setelah kita besar, fikiran kita mulai diisi dengan keinginan yang banyak, karena kita mulai mengenal masa depan, kemudian angan-angan panjang membuat fikiran dan akal kita bekerja keras, untuk mempersiapkan bekal hari esok, sehingga kita lupa kenikmatan masa kecil kita.
    bahkan kita juga lupa dengan hak-hak orang lain,
    dan kita juga lupa siapa-kah yang telah memberikan semua kenikmatan kepada kita saat ini.

    Saudara-ku yang baik hatinya…
    Awal-nya kita menerima nikmat Dari Allah melalui Orang tua kita,
    Sungguh mereka-lah yang bertanggung jawab atas semua itu (“halal atau haram yang diberikan”)
    Setelah akal kita berfungsi dan kita mampu mencari apa yang kita inginkan, maka kita-lah yang bertanggung jawab atas rizki dan nikmat yang Allah berikan,
    ingatlah, bahwa semua akan dipertanyakan, maka berhati-hatilah saudara-ku…

    Saat ini..
    Tanyakan lagi didalam diri kita, bahwa siapakah yang memberikan rizki kepada kita?
    Siapakah yang paling menyayangi kita?
    Dan siapakah yang telah melindungi kita dan memberikan kita kekuatan?
    Lalu… kenapa kita tidak mencintai..,
    Kenapa juga kita tidak bersyukur kepada yang memiliki semua itu.
    DIA adalah..,
    Zat yang Maha Kaya yang Pengasih dan Penyayang,
    Zat yang Maha perkasa dan Berkuasa Atas segala sesuatu,
    Zat tempat Kita Mengadu. Dan Kepadanya-lah kita akan Kembali.
    ADZKURUUNII – ADZKURUKUM
    Ingat-lah AKU maka AKU pun mengingat-mu
    Sejenak ini saya ingin mengajak semua saudara-ku untuk MENGHENINGKAN CIPTA
    Tinggal-kan sejenak urusan dunia-mu wahai saudara-ku…
    Saat hening nanti… maka cipta-lah…
    Bawa-lah DIA ke-hati-mu
    Duduk atau berbaring-lah dengan tenang dan damai
    Pejam-kan mata-mu
    Biar-kan jiwa-mu mengembara
    Tanpa harapan
    Tanpa khayalan
    Tanpa rupa dan warna
    Tanpa suara
    Hampa, tanpa apa-apa
    Tidak berharap bahagia
    Tidak takut dengan apa-apa
    Hanya kekosongan

    ………………………………………

    Asal dari suci, kembali-lah ke suci.
    Salam

Top of Form

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan · 17 Januari pukul 6:26

Edwin Mukri Bandjar mantap omm

17 Januari pukul 19:37 · Tidak Suka · 1

Keti Madkus Subhanallah…………Zat yang Maha Kaya yang Pengasih dan Penyayang,
Zat yang Maha perkasa dan Berkuasa Atas segala sesuatu,
Zat tempat Kita Mengadu. Dan Kepadanya-lah kita akan Kembali,……….Ingat-lah AKU maka AKU pun mengingat-mu
……. tenang dan teranglah hatiku ini ………Trima kasih Bang Zul

17 Januari pukul 22:45 · Tidak Suka · 1

Keti Madkus Bang Zul Ijinkan aku mau copy paste untuk temen2ku tulisan ini boleh ?

17 Januari pukul 23:10 · Tidak Suka · 1

Ilmu Hakekat Usul Diri tentu boleh bu, dengan senang hati, tks

17 Januari pukul 23:17 · Suka

Keti Madkus trimakasih ya Bang dah diijinkan ………karena aku suka isi pesan yang abang tulis ……. jadi aku ingin berbagi sama teman2ku

17 Januari pukul 23:24 · Tidak Suka · 1

Mualafy Saza mantap bang..inilah makna HENING CIPTA sbenarnya…

21 Januari pukul 15:32 · Suka

 

Top of Form

  • Tulis komentar…

Bottom of Form

Ilmu Hakekat Usul Diri

Jika kita berdebat dan bersikeras dan menentang, mungkin kita akan mendapat kemenangan, tetapi itu adalah kemenangan kosong, karena kita tidak akan pernah memperoleh kehendak baik lawan debat kita,
Mari kita renungkan sendiri mana yang lebih baik, karena jarang ada yang memiliki kedua-nya yaitu kemenangan dan kehendak baik orang tersebut.
Kita mungkin benar, benar sekali…
Tetapi.. sejauh berkenaan dengan mengubah keyakinan seseorang, kita mungkin akan persis sama sia-sianya, seolah-olah kita yang salah

salam

Top of Form

Suka · · Bagikan · 15 Januari pukul 8:40

Raghib Duffain · 5 teman yang sama

bagaimana kalau saya balikkan bahasa anda bahwa kemenangan kosong itu hanya menurut anda..hahaha
kalau anda bnr2 kuasai materi yg anda sajikan dan itu datangnya dari hati berrti pasti anda tau siapa yang lagi chatting dengan anda..maaf kalau saya harus sampaikan bahwa pelajaran yg anda buat hanyalah pemahaman dasar bagi para penggila tarekat qodariah.

15 Januari pukul 9:02 · Tidak Suka · 1

Raghib Duffain · 5 teman yang sama

tolong banyak baca kitab sirrul asror karangan Abdul Qadir dari Gilan, yang lahir di Nif, distrik Gilan, sebelah selatan Laut Kaspia.biar anda jauh lebih kuasai lagi maksud dan tujuan kitab itu.jangan baca yg terjemahan org2 dulu karena muatan bahasanya sangat pas-pasan.

15 Januari pukul 9:06 · Tidak Suka · 1

 

Bergabung Dgn Ukc · Berteman dengan Dpp Fpmm dan 1 lainnya

bahasa egosentris dan biasanya keluar dari manusia yg hatinya dah tertutup.

15 Januari pukul 9:16 · Tidak Suka · 1

Puguh Raharjo Kalau masing2 berteori..yang didapat hanya teori saja..yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai makhluk Tuhan bisa/wajib/harus meluhurkan dan memberdayakan Sukma/roh kudus/atma/nur muhammad dan menjalani aturan2 Tuhan…( mohon maaf ). kalau penafsiran2 Ayat Tuhan msh dilakukan oleh manusia, bagi saya” Belum tentu kebenarannya” krn kebenaran hanya Milik Alloh Swt…keberadaan Alloh juga ada di diri kita…Firman Alloh”Segalanya ada di dirimu”. ( sekali lagi mohon maaf ).

15 Januari pukul 16:53 · Suka

Raghib Duffain · 5 teman yang sama

apakah anda tidak sadar diri? kapasitas anda apa sehingga anda menyalahkan penafsiran orang lain dan membenarkan ego anda.coba buktikan ayat al qur’an yg mana yg membicarakan segalanya ada di dirimu.
apakah anda seorang hafidz dan ahli tafsir? jangan ngomong untuk nafsu pribadi mas..

15 Januari pukul 17:24 · Suka

Mualafy Saza benar adanya.. bahwa berdebat tdk memperoleh apapun walaupun dy mganggap dirinya menang dlm perdbatan.

makin sering anda berdebat, makin keras hati anda.

bukankah tujuan hidupmu “mghaluskan” hati. mendamaikan hati. menyelamatkan hati. shingga anda menjadi orang yg dipilih Allah sbg orang2 yg ridho dan diridhoI karna qolbun yg salim.

datang dlm keadaan selamat, pulang dlm keadaan selamat.

bukan pulang dlm keadaan muslim.

21 Januari pukul 15:50 · Suka

Puguh Raharjo Pemahaman yang yang masih berdasar dari referensi buku2, juga belum tentu kebenarannya..!!! yg terpenting jadi manusia adalah NGLAKONI dan bukan berteori..Jadi orang juga jangan hanya pandai membaca Kitab, tapi jadilah memahami isinya…jangan merasa hebat sendiri, sehingga bisanya apriori dengan pendapat2 orang lain…dan saya bukan siapa2, hanya makhluk Tuhan yang lemah.ILMU HAKIKAT USUL DIRI saya salut pada anda, tolong teruskan pencarian diri anda…didunia ini tdk ada orang yg hebat..diatas langit masih ada langit…salam damai dari bumi mataram.

21 Januari pukul 16:12 · Suka

Didit Hape Kalau menurut saya semua ilmu agama swedangkal apapun yg kita pelajari & pahami,..muaranya untuk dilakoni,Implementasi lebih penting ketimbang ngeloni teori,. sebab guru sejati….sejatinya guru hanyalah Allah,..yg diwasilahkan pada mahkluk yg bernama manusia hanya lewat hati….ya hanya hati,makanya hati-hati lah menempuh jalan Allah yg lurus & benar………….hehehe

21 Januari pukul 16:25 · Suka

Mualafy Saza puguh raharjo>> salam jg sy dr bumi mataram

21 Januari pukul 17:19 · Suka

Puguh Raharjo Mualafy Saza@salam kenal…semoga Alloh swt selalu melimpahkan berkah dan kemuliaan pada Kita.

21 Januari pukul 19:28 · Suka

Puguh Raharjo Raghib Duffain@tolong dicermati kata per kata comment saya diatas, saya tdk menyalahkan Penafsiran orang dan membenarkan ego saya…bagaimana anda bisa memahami aturan Tuhan kalau anda sendiri tidak bisa menterjemahkan tulisan saya..anda msh harus banyak belajar tentang Lungguhing Urip.

21 Januari pukul 19:42 · Suka

Ilmu Hakekat Usul Diri Akhirnya.. kita sepakat, bahwa tidak baik berdebat dengan mengunakan kata keras dan marah dan sinis, sebaiknya berhenti sejenak sebelum menilai atau menyatakan pendapat-nya, orang bijak meninjau suatu persoalan dari segala sudut pandang, menghubungkan dengan pengalaman-nya sendiri dan ber hati-hati menerima atau menyatakan salah, harus-nya kita lebih banyak merasakan daripada sekedar mendengar-kan.
Terima-kasih @All

Kemarin jam 18:31 · Suka

Didit Hape

Makasih ya mas…….( aq harus panggil apa neh ? ), sdh di add. senang berteman dng anda…….

Top of Form

Tidak Suka · · Lihat Pertemanan · 14 Januari pukul 1:15

  • Anda menyukai ini.

Ilmu Hakekat Usul Diri salam kenal mas didit, (panggil.. yg enak menurut mas aja ya), pleased to meet you too..

14 Januari pukul 22:03 · Suka

Didit Hape Soal umur,..aq jauh diatas sampeyan, tapi soal ilmu atau pengetahuan agama mungkin aq jauh dibawah sampeyan,..dari ilmu yg sedikit ini aq coba mengimplementasikan dlm kehiduipan sehari-hari dengan caraqu sendiri.Yg saya tanyakan mana yg didahulukan…antara teori & implementasi..?? suwun.

14 Januari pukul 22:05 · Suka

Ilmu Hakekat Usul Diri Teori dalam pengertian saya adalah tahu dengan tahu-nya itu penting mas didit, sementara implementasi jauh lebih penting karena itulah hakekatnya, salam

14 Januari pukul 22:17 · Suka

Didit Hape Pernah aku baca,…belajar agama tanpa guru itu gk baek,bisa2…gurunya syetan hehehe..terkadang terlintas dlm pikiranku,..guru…guru sejatiku adalah Allah,..mengajarkan lewat hati,pikiran,perasaan,ucapan dan tindakan,…menurut sampeyan…??

14 Januari pukul 22:23 · Suka

Ilmu Hakekat Usul Diri Keselarasan itu-lah kunci-nya, mulai dari hati-pikiran-ucapan-tindakan dalam kesehari-harian kita mas didit, guru sifat-nya menunjukan sesuai pengalaman-nya kita yang meng-aplikasikan-nya, kalau-lah kita sudah tahu tempat-nya boleh-lah besok-besok kita datang lagi tanpa petunjuk-nya? Bukan begitu mas didit?

14 Januari pukul 22:34 · Suka

Didit Hape Alhamdulilah,..satu lagi bertambah ilmuku, smoga ilmu yg sedikit ini barokah dan manfaat. Suwun ya,..kpn2 ngobrol lagi….

14 Januari pukul 22:38 · Suka

  • Tulis komentar…

Top of Form

  • Tulis komentar…

Bottom of Form

Ilmu Hakekat Usul Diri berbagi tautan.

 

** MATA HATI **

ilmuhakekat.wordpress.com

TERBUKA MATA HATI AKAN MEMPERLIHATKAN KEPADA KAMU TIADA JARAK ALLAH S.W.T. PENYAKSIAN MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA KAMU AKAN KETIADAAN KAMU DI SAMPING WUJUD ALLAH S.W.T. PENYAKSIAN HAK…

Top of Form

Tidak Suka · · Bagikan · 2 Januari pukul 16:13

Raghib Duffain · 5 teman yang sama

semua catatan anda sangat lumayan mendidik tapi kurang cerdik karna bermodalkan copy/paste…. mendingan banyak belajar nahu sorof dulu mas baru bisa baca kitab2 asli karangan abdul qodir jailani..yg bapak sadurkan ini hanya terjemahan tidak komplit dari sirrul as ror .dan beberapa kitab tauhid yg hanya memberikan gambaran umum yg sifatnya justru menjauhkan para pembaca dari Allah SWT……sebelumnya maaf kalau saya harus sampaikan biar anda tidak menjadi sesat karena anda sendiri tidak paham betul yg anda tuliskan.

13 Januari pukul 11:11 · Suka

Ilmu Hakekat Usul Diri Tidak ada yang tersesat semua pasti kembali, tidak ada yang perlu diluruskan karena setiap orang pasti memandang lurus akan keyakinan-nya, tidak ada yang bisa mengetahui pemahaman orang lain kecuali orang itu sendir, salam

14 Januari pukul 21:47 · Suka · 1

Raghib Duffain · 5 teman yang sama

keyakinan yg berlandaskan al qur’an dan hadits adalah keyakinan insan kamil.jikalau anda mengatakan setiap org memiliki keyakinan maka saya katakan sangat benar.tetapi ada nilai2 standar kekayinan yg dikehendaki allah tertuang di dlm al quran.pernyataan sikap anda semakin menjelaskan ketidak becusan dalam bidang yg anda sampaikan.

15 Januari pukul 2:30 · Suka

Ilmu Hakekat Usul Diri Benar, anda sudah mengatakan yang sebenarnya sesuai standart pemahaman anda, salam

15 Januari pukul 6:53 · Suka

Raghib Duffain · 5 teman yang sama

itu bukan pemahaman dari nafsu saya tapi berita al qur’an dan hadits….
untuk mendapatkan nilai kebenaran harus kritis..bukan copy/paste dari buku2 terjemahan ….. kalau mau supaya jauh lebih benar lagi ya anda sampaikan nama kitab aslinya. jangan kitab2 pemahaman yg terangkum dan berceceran di buat jadi catatan karena itu sangat menjerumuskan pembaca yg kurang dalam pemahaman agama secara benar sesuai dengan al quran dan sunnah.

15 Januari pukul 7:42 · Suka

Ilmu Hakekat Usul Diri Benar, anda sudah mengatakan yang sebenarnya sesuai berita al qur’an dan hadits…. menurut anda, salam

15 Januari pukul 8:05 · Suka

Raghib Duffain · 5 teman yang sama

hahahaha kehabisan retorika atau mau berklindung dibalik ucapan ” menurut anda” . kalau catatan anda layak dan benar menurut anda sejarahnya ya jgn main kucing-kucingan.hahahaha

15 Januari pukul 8:13 · Suka

Ilmu Hakekat Usul Diri hahahaha, salam saudara-ku

15 Januari pukul 8:16 · Suka