Mursyid 4 s/d 6

by Zulkarnain Bandjar

Mursyid (4)

 

Renungkan hal ini…

Sewaktu ajal datang mejemput…
……………
Siapakah orangnya yang dapat menemani kita…?
Orang tua?, suami/istri?, anak?, saudara?, teman?, kerabat?, tetangga? dan “guru” akan meninggalkan kita saat itu…., Bahkan tubuh kita sendiri yang untuk memberinya makan serta pakaian kita telah berbuat begitu banyak dosa, terbukti tidak setia.

Bila ada orang yang dapat menolong kita pada saat-saat itu dan menemani kita ke tempat “pengadilan” maka orang itu hanyalah MURSYID.

Jika dalam hidup di dunia ini kita dapat bertemu dengan seorang Mursyid kemudian mendapatkan Ilmunya (maksudnya : mengetahui rahasia jalan kembali dan melakukan perjalanan tersebut dengan kasih serta penghambaan) maka pastilah pada saat-saat itu Mursyid akan datang membawa dia besertaNya.

Jika tidak…!
Maka Malaikatul Mautlah yang akan muncul.

Mursyid akan datang memberikan pertolongan dan penghiburan pada saat-saat kesengsaraan dan kesakitan yang kritis. Saat itulah orang berlindung dibawah naungan seorang Guru yang sempurna (Mursyid).

Pencabutan Nyawa menyebabkan kesakitan yang amat sangat.. tetapi seorang murid pada waktu Mursyid-nya muncul akan merasakan kesenangan dan kebahagiaan yang amat besar melebihi apa yang dia rasakan pada hari perkawinannya.

Maka…
Carilah Mursyid untuk-mu

Salam

1212Suka ·
    • Tatang Suherman Jaman sekarang cari mursyid susah…! Ada juga mursyid mursyidan ….!
    • Murid Pakguru mursyid berarti wali kah?
    • Ilmu Hakekat Usul Diri Diri guru = dirimu sendiri
      Jadikanlah dirimu Diri Guru..Untuk sampai pada Guru Sejati (yang senantiasa menemani dalam keadaan apapun jua)
      Maka kita harus menemukan dulu guru yang hidup pada hari ini (sesuai kehidupan kita yang zahir). Melalui guru yang zahir inilah kita akan dibawa ke dalam guru sejati kita. Carilah guru yang membawa kita terhadap kedalaman diri kita bukan yang membawa keluar dari diri kita.

      Guru yang zahir merupakan Mediator untuk membimbing kita menemukan guru yang ada dalam diri setiap kita.
      Bila ada orang yang dapat menemukan guru sejatinya maka itu adalah diri orang tersebut bukan diri orang lain.

      Pelajarilah diri kita dengan teliti dan seksama agar kelak diri sejati kita membukakan pintu ke-abadianNya karena selama ini guru sejati kita telah menutup dirinya rapat-rapat dan mengunci pintunya.

      “Raja yang agung itu telah mengunci istananya rapat-rapat, kemudian ia mengenakan pakaian manusia yang compang-camping (tubuh manusia) dan turun untuk membukakan gerbangnya.”

      Setelah kita berkelana.. dari satu guru ke guru yang lain.. sampai pada seribu guru sekalipun ..
      Ternyata .. guru yang hakiki hanya SATU, yaitu Guru Sejati YANG BERSEMAYAM DI DALAM DIRI.

      “Mengembara di seribu jalan.., aku bertemu seribu guru.., ternyata Mursyid yang ku damba ada di dalam diriku sendiri”

    • Tatang Suherman Apakah yang dimaksud mursyid = insun deweki = sajatining abdi..?
      Apakah untuk menuju kesana cukup dengan torekat…?
      Apakah ketemunya harus dohir atau secara maknawiah….?
      Mohon pencerahan…!
    • Ilmu Hakekat Usul Diri Tidak ada ketentuan yang tertulis….
      Apapun namanya asalkan sifat-sifat yang diberikan kepada sebutan itu pantas bagiNya.
      ………….Mursyid=Pembimbing/Penghantar/Penunjuk.

      Syareat Muhammad 4 jenjang :
      1. Pengajar syareat=ustad/kyai/habib.
      2. Guru2 tarekat=syeikh.
      3. Penunjuk Rahasia Diri Manusia=Mursyid (tingkatan hakekat)
      4. Adapun Guru yang mengenalkan para Muridnya kepada Tuhan = Wali (mewakili Allah=Makrifat)

      – Pencapaian Hakekat Diri harus melalui “suluk” (lakon spritual=tarekat)
      – Dalam perjalanannya bisa diajarkan melalui Guru Zahir dan Guru Bathin.

    • Tatang Suherman Makasih atas penjelasannya….!
      Kalau saya boleh mengambil kesimpulan : antara syareat, torekat, hakekat dan makrifat adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan.
    • Murid Pakguru barang siapa mengenal dirinya niscaya mengenal tuhannya berarti mursyid jg dpt mengenalkan pd allah jg y?
    • Blintz Ayie macam mane nak cari…
    • Mualafy SazaSaya agak mngenal syair2 ini..salam ta’dzhim..

      .
      Mursyid (5)Mursyid mempunyai 3 kualifikasi yaitu :

      1. Mursyid yang disebut RIJALULLAH (lelaki Allah).
      Mursyid ini datang bisa tidak melalui jalan kelahiran ataupun melalui jalan kelahiran.
      Mursyid pada golongan ini tidak akan kena mati maupun boleh kena mati.
      Mengapa bisa demikian..? karena Mursyid pada golongan ini berada dalam maunya Allah swt.
      Jadi… tidak ada yang mustahil bukan?
      Kemuliaan

      golongan ini yaitu JAMALULLAH (keindahan Allah) dan KAMALULLAH (kesempurnaan Allah) = (maksudnya : keindahan dan kesempurnaan Allah di jelmakan melalui Mursyid pada golongan ini).2. Mursyid yang disebut RIJALUL GAIB.
      Mursyid ini datang atas kehendak RIJALULLAH.
      Ia dilahirkan dan tumbuh dalam pengawasan RIJALULLAH.
      Segala sifat-sifatnya telah tergambar sejak kecil..
      Walau kemanusiannya terus tumbuh namun sisi RIJALUL GAIB senantiasa mendampinginya dan kelak akan menjadikanya mengerti dan mengetahui makna kehadiranNya dan kegaiban.
      Inilah yang disebut Ilmu yang hilang dan muncul pada waktunya (40thn kerasulan).
      Ini juga yang disebut hidup berteman dengan maut…
      KehadiranNya adalah membawa Rahmat bagi murid-muridnya.
      KegaibanNya adalah menerima Rahmat dari RIJALULLAH.

      3. Seorang murid yang disuruh bekerja keras dalam disiplin Ilmu dan keilmuan, kemudian ia dibawa kepada pengalaman-pengalaman di alam Roh, maka iapun akan menjadi seorang Mursyid seperti Mursyidnya sendiri.
      Mursyid pada golongan ini bila telah mencapai kesempurnaan maka saat setelah kematiaannya ia akan datang kembali menjadi Mursyid pada golongan RIJALUL GAIB, bila Mursyid pada golongan RIJALULLAH menghendakinya.

      Salam

      Mursyid (6)Menemukan Mursyid..

      Guru yang dapat membimbing manusia kerumah SEJATI DIRINYA tidaklah berada diluar yang jauh dari Penglihatan atau jauh dari jangkauan Pikiran.
      Guru Sejati bagaikan sebuah biji yang ditanam di musim penghujan..
      Ia keluar dari cangkangnya sendiri..
      Tumbuh mengekspresikan dirinya sendiri yang Hakiki..

      Ketika seseorang menemukan Guru Sejatinya…

      Maka… diri zahirnya yang selama ini telah menghalangi untuk bebas`berkreasi akan di tinggalkan…“Carilah Aku sampai kau dapat.., maka setelah Aku kau temukan…, Aku akan menjadi engkau, dan akan membunuh dirimu yang fana ini, tapi.. jika tidak kau temukan Aku… maka Aku akan menjadi cemeti bagi dirimu di hari kelak”. (Sejatinya Diri telah berjanji di zaman Ajali sewaktu akan “berpisah” ).

      “Barang siapa mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya, barang siapa mengenal Tuhannya maka binasalah dia”.

      Guru yang kita datangi boleh bermacam-macam guru..
      Namun Guru Hakiki yang kita dapatkan hanyalah SATU.

      Memang guru Mursyid itu tidak banyak… dapat dihitung dengan hitungan jari saja.. bahkan mereka sering menyembunyikan identitas diri dari pandangan umum..
      Hanya orang-orang yang tekadnya kuat untuk menemukan Mursyid sajalah yang akan dibukakan pintunya. (maksudnya : mereka akan melihat sejati dirinya yang hakiki).

      Oleh karena itu…
      Carilah guru sesuai Pikiranmu… tapi.. carilah Mursyid sesuai Hati Nurani-mu..
      Mursyid hanya dapat diukur dengan Hati Nurani saja.. kalau mengukur Mursyid dengan pikiran yang kita dapatkan hanya penyesalan dan penyesalan belaka…

      “Sekalipun Berlian sudah ada di tangannya, ia melihat Berlian itu hanyalah sebuah batu biasa, tidak ada nilainya apa-apa.., namun.. manakala batu tersebut telah di gosok oleh Ahli batu… maka terlihatlah esensi dari batu Permata tersebut”

      Begitu juga dengan Mursyid.
      Melalui penggosokan Hati yang tekun maka kita akan melihat kedudukan guru sebagai Guru Sejati…

      Salam

      312Suka ·
      Suka